Rabu, 24 Oktober 2012

Cinta yang Sesungguhnya

Jika engkau sungguh menicntai….
engkau akan selalu ingin menghadirkan diri melihatnya dari kejauhan meski ia tak dapat kamu sentuh,
engkau akan selalu ingin memiliki orang yang kau cintai meski ia tak pernah ingin dimiliki olehmu,
engkau akan selalu menyayanginya meski ia tak pernah ingin tahu rasamu,
engkau selalu berharap rasamu dibalas dengan rasa yang sama meski ia tak tahu sejauh mana rasamu,
engkau akan mencurahkan seluruh dayamu untuk orang yang kamu cintai meski ia tak pernah menganggap cintamu sebagai energy yang berarti untuknya,
engkau akan mengarahkan segala pikiran, rasa, dan hatimu untuk orang yang kau cintai meski ia tak pernah mengingatmu sedetikpun,
engkau akan beralih haluan demi orang yang kamu cintai meski engkau telah jauh melangkah menjejaki cita awalmu,
engkau akan selalu bersemangat karena orang yang kamu cintai menjadi harapan hidupmu,
engkau akan memberi perhatian sungguh-sungguh pada yang kamu cintai meski ia tak pernah menghiraukan perhatianmu,
engkau akan menggunakan segala sesuatu walau sederhana untuk yang kamu cintai, meski ia tidak pernah menganggapmu,
engkau akan menyesuaikan diri dengan yang kamu cintai meski ia berusaha untuk berubah dan berubah,
engkau akan melepaskan semua yang paling berharga dalam hidupmu demi yang kamu cintai
engkau akan selalu merindukannya meski ia, tak pernah peduli dengan kerinduanmu dan tak pernah merindukanmu
engkau akan suka memberi tanpa kenal lelah, tanpa pamrih, dengan murah hati pada yang kamu cintai meski ia tak pernah berterima kasih padamu,
engkau akan mengingatnya disetiap hembusan nafasmu, meski yang kau cintai tidak tahu di mana dan melupakanmu,
engkau akan selalu berusaha untuk kontak dengannya, meski  ia berusaha menghilangkan jejak darimu,
engkau akan memandang segala yang ada padanya begitu positif, meski negatif sekalipun,
engkau akan memaafkannya meski begitu dalam ia menyakitimu,
engkau akan menerimanya dan menyimpannya dalam hatimu meski ia menolakmu,
engkau akan tetap mempercayainya, meski ia mendustaimu
engkau akan tetap parcaya padanya saat ini dari pada apa yang telah dibuatnya dimasa lalu dan apa kata orang tentangnya,
engkau akan selalu ingin dan rindu ada bersamanya meski ia memilih bersama orang lain,
engkau akan membiarkanya mengalami bahagianya meski engkau ditinggalkannya dan sepi,
engkau akan senantiasa berdoa untuknya, meski ia tak pernah mengingatmu dalam heningnya,
engkau akan bertahan dalam ketidak pastian demi yang kau cintai,
engkau tidak memperhitungkan waktu penantianmu, meski begitu banyak waktu yang kamu habiskan untuk menantinya
engkau akan tetap menantinya meski ia tidak lagi memberi harapan setitikpun padamu
engkau akan sabar dan tabah hati dalam menantinya kembali, meski ia tidak akan pernah kembali padamu”

Tidak ada komentar: