Cinta, salah satu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan
manusia. Mencintai dan Dicintai adalah sebuah kebutuhan. Dan Kidung Agung
merupakan kitab yang menjelaskan tentang Makna Cinta yang sesungguhnya, meski
terkadang kita menjadi risih jika membacanya. Tidak mengherankan jika kitab ini
menjadi kitab yang jarang tersentuh dalam kebaktian umum, padahal kitab ini
sangat dramatis berbicara tentang cinta dan seksualitas, yang merupakan
kenyataan hidup yang tidak bisa kita hindari, dan bahkan merupakan anugerah
Allah yang dimaksudkan untuk kita nikmati.
Seksualitas merupakan bagian dari penataan Ilahi mula-mula,
tetapi bukan bagian dari kejatuhan manusia. Hubungan seksual yang demikian
akrab antara sepasang kekasih mencerminkan hubungan dalam lingkup yang lebih
tinggi, yaitu hubungan yang berkaitan dengan diri Allah dan ciptaannya.
Kekuatan Cinta tidak diragukan lagi, dimana kekuatannya
diibaratkan seperti nyala api TUHAN (Kid 8:6c-7a), Cinta
bertujuan untuk menyatukan seseorang dengan yang lainnya, bukan hanya
tubuh/jasmaniah tetapi jiwa dan pikiran. (Kej 2:23-24, 1 Sam 18:1). Cinta adalah suatu perasaan yang
suci dan murni, tidak dapat dipaksakan (Kid 2:7; 3:5; 8:4) , dan bukan
pula barang yang bisa diperjual-belikan, baik dengan materi, jabatan,
maupun status sosial (Kid 8:7b).
Ibarat
bunga mawar, cinta akan mekar dengan sendirinya hingga pada waktunya. Janganlah
membangkitkan cinta dalam diri orang lain jika kita tidak memiliki maksud sama
sekali untuk bersatu dengannya (menikah). Sekali cinta bersemi maka ia pasti
menghasilkan buah, namun juga bisa mati. Lembut tetapi mudah sekali untuk layu.
Karena itu janganlah kita berpetualang dalam perasaan cinta kita maupun orang
lain.
Berpacaranpun bukanlah main-main, karena ini merupakan sebuah
perjalanan sepasang kekasih yang saling mengasihi untuk menuju kesatuan penuh
sebagaimana yang diharapkan oleh cinta itu sendiri pada mulanya, yakni
pernikahan kudus yang diberkati oleh Allah sendiri. Apapun kondisi kita,
belajarlah untuk menyesuaikan diri dengan pasangan, dan jagalah cinta itu agar
selalu hangat di sepanjang waktu.
Dan sebagai orang percaya, ingatlah bahwa hubungan kasih
sayangmu terhadap orang lain, baik orang-tua, keluarga, saudara, sahabat,
kekasih, dan hewan peliharaan sekalipun, mencerminkan hubungan kasih sayang
antara engkau dan Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar