Aku pernahkah merasakan, bahwa aku
mencintai seseorang meski aku tahu ia tak sendiri lagi, dan meski aku tahu
cintanya mungkin tak berbalas?
Aku pernahkah merasakan bahwa aku
sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang aku cintai meski aku tahu ia
takkan pernah peduli, ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi?
Aku pernahkah merasakan hebatnya cinta,
tersenyum kala terluka, menangis kala bersama, tertawa kala berpisah ?
Aku pernah menangis kala bahagia,
karena aku takut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja
Aku pernah bersedih kala bersamanya,
karena aku takut, aku akan kehilangan dia suatu saat nanti.
Dan aku juga pernah tertawa saat
berpisah dengannya, karena sekali lagi cinta tak harus memiliki dan Tuhan pasti
telah menyiapkan cinta yang lain untukku.
Aku tetap bisa mencintainya, meski ia
tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa dan
bukan ada dalam raga.