Jumat, 25 Mei 2012

Inipun Akan Berlalu


Seorang petani kaya wafat meninggalkan kedua putranya. Sepeninggalan ayahnya, kedua putranya hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertinggal satu yang selama ini disembunyikan oleh ayahnya. Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satunya lagi terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan dalam hati sang kakak, dia menjelaskan,
“Aku rasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun­ temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku berhak menyimpan yang emas dan kamu yang perunggu.” Sang adik tersenyum dan berkata,
Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu." Keduanya mengenakan cincin tersebut pada jari masing-masing dan berpisah.
Sang adik merenung, "Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, dan kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?" Dia mencermati cincinya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. "Oh, rupanya ini mantra ayah." Gumannya sembari kembali mengenakan cicin tersebut.
Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh bangunya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta pora, mabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika gagal panen, dia menderita tekanan darah tinggi, hutang sana-sini, dan batinnya tertekan. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat penennag. Akhirnya dia terpaksa menjual berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya tenang.
Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi diam teringat akan cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak sombong dan lupa daratan. Gagal panenpun dia tidak merasa menderita dan terlarut dalam kesedihan, dia selalu ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU. Hidupnya naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal, namun ia tahu bahwa tidak ada yang kekal adanya di dunia ini. Semua yang datang, pasti akan berlalu. Dia tidak perlu kehilangan gairah hidup, dia hidup tenteram, hidup seimbang dan bahagia.
Apa yang terlalu berarti dalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikitpun kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri? Toh akhirnya semua yang ada akan binasa. Harta duniawi akan binasa, demikian pula dengan hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian kita akan mati. Mari kita bersama-sama berjuang mengumpulkan harta surgawi yang tidak dapat binasa!

Tidak ada komentar: